HUKUM & KRIMINALINTERNASIONAL

Pemilu Paling Berdarah Di Dunia, 37 Orang Mati di Meksiko

IndonesiaHarini.com, Meksiko – Wali Kota di wilayah Meksiko bagian barat tewas dibunuh pada Senin (3/6) waktu setempat, atau belum genap 24 jam setelah negara itu memilih Claudia Sheinbaum sebagai presiden terbaru dalam pemilu 2 Juni. Kematian pejabat daerah di Meksiko ini semakin menambah panjang daftar kasus serupa di negara ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/6/2024), seorang Wali Kota perempuan yang memimpin kota Cotija bernama Yolanda Sanchez Figueroa ditemukan tewas dibunuh pada Senin (3/6) waktu setempat. Luka tembak ditemukan pada tubuh Sanchez.

Pemerintah negara bagian Michoacan menyatakan kecaman atas “pembunuhan presiden kota (Wali Kota) Cotija, Yolanda Sanchez Figueroa”.

Ini memang Pemilu paling berdarah di dunia, kita bisa bayangkan Sekitar 37 kandidat wali kota hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tewas sebelum Claudia Sheinbaum menang pemilihan presiden Meksiko.

Baca Juga  Kantor HAM PBB Kutuk Tindakan Israel di Tepi Barat

Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini menjadi yang paling berdarah sepanjang sejarah Meksiko. Pasalnya, terdapat beberapa kandidat pejabat lokal yang dibunuh oleh berbagai kelompok oposisi hingga mencapai 37 korban jiwa.

Menurut laporan Reuters, angka kematian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pemilu Meksiko, setelah pada 2021 mencapai 36 orang.

Kandidat dari negara bagian Puebla, Jorge Huerta Cabrera ditembak mati pada Jumat (24/5). Cabrera merupakan kandidat yang mencalonkan diri untuk kursi dewan di kota Izucar de Matamoros.

Menurut data dari konsultan keamanan Integralia, Cabrera menandakan total kematian kandidat politik yang mencapai 37 orang di tahun ini.

Kasus penyerangan terhadap pejabat politik Mexico ini menjadi isu utama di tengah-tengah masa kekuasaan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador. Pihak oposisi turut disebut sebagai pelaku tragis tersebut demi memperjuangkan perubahan di negara tersebut.

Baca Juga  Kode Nyeleneh Jose Mourinho buat Jude Bellingham Usai Final Liga Champions

Peneliti Integralia, Armando Vargas mengungkap bahwa kekerasan bisa menjadi salah satu sarana yang digunakan dalam pemilu tahun ini.

“Ada kemungkinan bahwa kekerasan digunakan sebagai sarana untuk menentukan pemilu, terutama ketika kepentingan tertentu dianggap berisiko jika proyek politik tertentu menang,” ucap Vargas.

Vargas juga melihat terdapat 828 percobaan pembunuhan terhadap kandidat politik. Angka tersebut naik dari 749 serangan sejak Senin (20/5). Namun, analis keamanan mengatakan upaya pembunuhan tersebut sebagian besar berkaitan dengan kelompok kartel narkoba. Mereka disebut ingin memengaruhi pemilu lokal melalui cara kekerasan.

Claudia Sheinbaum sebagai kandidat yang memenangi pemilu 2024 Meksiko juga mengungkapkan keseriusannya untuk membasmi kekerasan di Meksiko sampai ke akar-akarnya.

Hal itu menjadi salah satu janji kampanye Sheinbaum selama menjadi calon presiden Meksiko pada tahun ini.

Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button